SSRS Tropical Institute terus memberikan dukungan keilmuan kepada startup Calgris Indonesia dalam memperkuat pengembangan InaCalgris Apps, sebuah platform digital yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendataan, pemantauan, dan pengawasan rantai pasok produk pertanian pada petani skala kecil di Indonesia. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengembangan metodologi ilmiah, standar pengumpulan data lapangan, serta sistem basis data yang mampu menghasilkan informasi pertanian yang akurat, transparan, dan dapat ditelusuri (traceable). Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pertanian digital yang mampu menjawab tantangan keberlanjutan, transparansi rantai pasok, dan peningkatan daya saing komoditas pertanian Indonesia di pasar global.
Pengembangan InaCalgris Apps telah direncanakan sejak tahun 2024 melalui serangkaian kegiatan penelitian dan penyusunan basis data (baseline) lahan serta praktik pertanian di tingkat petani. Tahapan awal pengembangan dilakukan melalui studi kasus di Provinsi Aceh pada komoditas kopi agroforestri dan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada sistem agroforestri kelapa dan kakao. Berbagai informasi mengenai karakteristik lahan, kondisi biofisik, praktik agronomis, aspek sosial ekonomi petani, hingga indikator keberlanjutan dihimpun sebagai fondasi penyusunan struktur database InaCalgris Apps. Pengalaman lapangan tersebut menjadi dasar dalam merancang sistem digital yang mampu mengakomodasi karakteristik berbagai komoditas pertanian sekaligus mendukung implementasi sistem traceability dari tingkat lahan hingga rantai pasok. Segala bentuk keilmuan dan pengalaman kami bersama para mitra NGO sehingga InaCalgris Apps resmi diluncurkan pada Juni 2026 di Google Play Store
Calgris Indonesia sendiri dibentuk atas inisiatif empat organisasi non-pemerintah (NGO), yaitu SSRS Tropical Institute, Pulih Indonesia, SSRS Indonesia Biodiversity Hub, dan SSRS Indonesia Earth Observatory, yang memiliki visi bersama dalam mendorong transformasi digital sektor pertanian berbasis ilmu pengetahuan dan data. Setelah resmi meluncurkan InaCalgris Apps pada Juni 2026 melalui Google Play Store, tim pengembang terus melakukan berbagai peningkatan kemampuan aplikasi, khususnya dalam proses akuisisi data petani yang disesuaikan dengan karakteristik komoditas dan praktik agronomis di lapangan. Ke depan, InaCalgris Apps tidak hanya berfungsi sebagai media pendataan petani, tetapi juga sebagai platform pemantauan dan pengawasan rantai pasok yang mendukung transparansi, keterlacakan (traceability), serta pemenuhan standar keberlanjutan produk pertanian Indonesia. Melalui kolaborasi antara lembaga riset, organisasi masyarakat sipil, dan inovasi teknologi, Calgris Indonesia diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak ekosistem pertanian digital yang berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi petani skala kecil di seluruh Indonesia.





Leave a Reply